2

Format file di GIS? apa aja sih?

INTRO

Tau GIS kan? GIS adalah Geographic Information System atau bahasa Indonesia-nya Sistem Informasi Geografis. GIS merupakan sistem yang menampilkan sekumpulan informasi di atas peta. Contoh dari aplikasi GIS? ya google maps! 🙂 Dengan google maps kita bisa mencari berbagai macam informasi, mulai dari lokasi rumah/gedung, jalanan, stasiun, bandara, sampe gambar lokasi di streetview pun ada!. Tuh kebayangkan, jadi peranan GIS ini menurut saya sangat penting, kenapa? karena dengan GIS kita bisa mengetahui suatu informasi berdasarkan letak geografisnya.

Format file di GIS

Waktu pertama kali terjun jadi programmer GIS, saya ngga tau format file GIS itu apa aja. Beda dengan format file di microsoft office, pasti kalian juga dah tau..? ada .xls, .doc, .db, .ppt. Nah kalau di GIS ada format file apa aja sih?

Di GIS sendiri ada beberapa tipe format file yang biasa umum dipakai.

1) GEOJSON
2) KML
3) SHP
6) TIF

Nah dibawah ini saya akan jabarkan satu persatu ya.

1) GEOJSON

pengertian file geojson
geojson ini mirip json. Cuma bedanya kalo di json kita bisa definisiin sendiri indexnya, kalau di geojson indexnya sudah ditentukan, jadi kita ngga bisa buat sembarangan. [Contoh file .geojson ada disini]. Daftar index-index geojson bisa dilihat dibawah :
– type
Ini index buat nentuin tipe geojsonnya. Valuenya bisa diisi dengan FeatureCollection, Feature, Point, Polygon.
– features
Ini index berisi semua attribute geojson, mulai dari informasi properties, geometry, dll.
– properties
Nah properties ini berisi informasi yang akan ditampilkan diatas peta. Misal contoh : properties rumah makan. Maka nanti diatas peta akan berisi informasi nama rumah makan, nama lokasinya, harganya, menunya apa saja, serta foto rumah makannya.
– geometry
Index geometry sangat penting menurut saya, karena menunjukkan lokasi koordinat suatu tempat. Misal contoh kaya rumah makan tadi, berarti di geometry ini berisi koordinat lokasi rumah makan tersebut.

Nah geojson ini bersifat vektor, artinya ketika di zoom ngga akan pecah. Geojson juga merupakan tipe file yang dieksekusi disisi client side. Semakin banyak data geojson, semakin berat loadnya disisi clientside. Akibatnya mapnya akan nge-lag. Itulah salah satu kelemahan geojson.

2) KML

pengertian apa itu kml
KML (Keyhole Markup Language) ini format file punya google map. Jika KML dibuka di notepad maka akan kelihatan tag-tag XML. Ya, KML ini berbentuk XML gan. [Contoh KML bisa dilihat disini].

Di KML sendiri terdapat beberapa tag yang cukup penting, yaitu :
– <name></name>
Tag name berisi judul file. Misalkan kaml kamu berisi koordinat lokasi martabak, maka judul filenya bisa “Lokasi Martabak Enak”.
– <Placemark></Placemark>
Tag Placemark berisi data yang disimpan. Misal ada 3 data lokasi martabak, maka jumlah tag placemarknya berjumlah 3 juga, seperti ini :
<Placemark>data lokasi martabak 1</Placemark>
<Placemark>data lokasi martabak 2</Placemark>
<Placemark>data lokasi martabak 3</Placemark>

– <name>Point 1</name>
Nah, tag ini sama seperti tag name pertama diatas. Bedanya, tag name ini berada di dalam tag Placemark. Tag name ini berfungsi untuk mendefinisikan judul datanya. Misal ada 3 data lokasi martabak, maka penulisan di tag namenya adalah
<name>martabak kubang, mampang - enak lho</name>
<name>martabak bandung, depok [gurih tenan]</name>
<name>martabak manis(harga terjangkau), kemang</name>

– <styleUrl>#icon-503-DB4436</styleUrl>
Tag ini berisi icon marker, kamu bisa merubahnya dengan icon yang lain.
– <ExtendedData<</ExtendedData>
Tag ExtendedData ini berisi data yang bersifat image.
– <description></description>
Dari namanya kalian mungkin udah tau lah ya, tag description ini berisi informasi attribute dari suatu data. Misalnya data lokasi martabak, maka attributenya : nama tempatnya, foto tempatnya, lokasinya dimana, harga martabaknya berapa, dll.
– <coordinates></coordinates>
Nah kalo yang satu ini berisi koordinat lokasinya. Biasanya ditulis kebalik, longitudenya dulu baru latitudenya kaya gini :
106.80178104,-6.34939102

3) SHP

pengertian apa itu shp
SHP (Shape File) adalah format file yang berbentuk vektor dan terdiri dari 4 jenis file yaitu .shp, .shx, .dbf, dan .prj. SHP berisi kode binary, jadi kalau dibuka di notepad akan muncul angka/huruf aneh2 gan.

Format file SHP dikeluarin sama ESRI, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang perangkat lunak berbasis geografis. SHP ini paling banyak digunakan dalam dunia per-GIS-an.

SHP bisa dibuka dibanyak aplikasi, misal Argis, Qgis, Tilemill, dll. Disalah satu file SHP yaitu .prj berisi jenis proyeksi yang digunakan untuk mereferensikan koordinat, agar pas di overlay diatas peta koordinatnya ngga melenceng.

4) TIF

pengertian apa itu tiff geotiff
TIF atau bisa dibilang GEOTIFF adalah format file GIS berbentuk gambar (contoh : indonesia.tif).
Nah bedanya tif dengan jpg/png/gif adalah : di tif ini koordinat-koordinatnya disimpan didalam gambarnya gan. Jadi ketika indonesia.tif ini dipasangkan(overlay) di atas peta maka gambarnya otomatis akan muncul di wilayah Indonesia(sesuai koordinat gambarnya).

Satu lagi nih gan, biasanya gambar dengan ektensi .tif itu ukurannya bisa sangat gede, kenapa? karena gambar tersebut sudah disisipin koordinat-koordinat(yg tadi saya bilang) beserta metadatanya, makanya ukurannya gede. Untuk menyisipkan koordinat di file .tif itu istilahnya georeferencing. Untuk melakukan georefercing bisa pake software GIS kok, macam Qgis, Arcgis (kalau saya biasanya pake qgis).

 
 
 
Nah itu dia penjelasannya seputar format file di GIS, semoga bermanfaat ya !

[related_post themes="text" id="3836"]

Ambar Hasbiyatmoko

Hello, I’m web developer. Passionate about programming, networking and web server. @kaskus  @facebook

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.